| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 2 huruf a | Laksanakan penerapan SMK3 untuk meningkatkan efektivitas perlindungan K3 secara terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi | Perusahaan wajib membangun sistem manajemen K3 yang menyeluruh dan sistematis, mencakup seluruh proses kerja | Dokumen SMK3, SOP, pedoman internal |
| 2 | Pasal 2 huruf b | Laksanakan SMK3 untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan manajemen, pekerja, dan/atau serikat pekerja | Perusahaan wajib melibatkan semua pihak terkait dalam program K3, termasuk pelatihan, audit, dan partisipasi pekerja | Laporan audit K3, notulen rapat partisipasi |
| 3 | Pasal 2 huruf c | Laksanakan SMK3 untuk menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien demi mendorong produktivitas | Tujuan SMK3 bukan hanya keselamatan, tetapi juga peningkatan produktivitas melalui lingkungan kerja yang kondusif | Survey kepuasan kerja, laporan produktivitas |
| 4 | Pasal 3 ayat (1) | Laksanakan penerapan SMK3 sesuai dengan kebijakan nasional | Perusahaan hendaknya menerapkan SMK3 yang selaras dengan kebijakan nasional agar sistem K3 di perusahaan terstruktur, terukur, dan terintegrasi | Dokumen kebijakan SMK3 internal, SOP perusahaan |
| 5 | Pasal 3 ayat (2) | Terapkan SMK3 dengan mengacu pada Lampiran I, II, dan III PP ini | Lampiran I–III berisi pedoman, standar, dan persyaratan teknis SMK3 yang harus diikuti perusahaan | Dokumen lampiran PP terkait, pedoman SMK3 |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 4 ayat (1) | Gunakan kebijakan nasional SMK3 sebagai pedoman dalam penerapan SMK3 perusahaan | Perusahaan wajib menjadikan kebijakan nasional SMK3 sebagai dasar untuk menyusun dan menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja | Dokumen kebijakan SMK3 internal |
| 2 | Pasal 4 ayat (2) | Sesuaikan dan kembangkan pedoman SMK3 sesuai kebutuhan perusahaan berdasarkan peraturan perundang-undangan | Instansi pembina sektor usaha dapat menyesuaikan pedoman sesuai karakteristik perusahaan dan ketentuan hukum | Pedoman SMK3 yang dikembangkan, surat instansi pembina |
| 3 | Pasal 5 ayat (1) | Terapkan SMK3 di setiap perusahaan | Setiap perusahaan wajib memiliki sistem SMK3 yang diterapkan secara nyata di seluruh unit kerja | SOP SMK3, bukti pelaksanaan pelatihan |
| 4 | Pasal 5 ayat (2) huruf a | Terapkan SMK3 bagi perusahaan yang mempekerjakan paling sedikit 100 pekerja/buruh | SMK3 wajib diterapkan di perusahaan berskala besar untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja | Data jumlah karyawan |
| 5 | Pasal 5 ayat (2) huruf b | Terapkan SMK3 bagi perusahaan yang memiliki tingkat potensi bahaya tinggi | Tingkat potensi bahaya tinggi mengacu pada risiko operasional, bahan, atau lingkungan kerja yang bisa menyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja | Hasil penilaian risiko perusahaan |
| 6 | Pasal 5 ayat (3) | Tentukan tingkat potensi bahaya tinggi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan | Definisi risiko tinggi ditentukan secara resmi oleh regulasi terkait sehingga perusahaan dapat menilai kewajiban SMK3 | Dokumen penilaian risiko, peraturan terkait |
| 7 | Pasal 5 ayat (4) | Terapkan SMK3 dengan berpedoman pada PP ini, peraturan perundang-undangan, dan pertimbangan standar internasional | Pengusaha harus memadukan peraturan nasional dengan praktik terbaik internasional untuk memastikan keselamatan maksimal | Dokumen pedoman SMK3, sertifikasi internasional jika ada |
| 8 | Pasal 6 ayat (1) huruf a | Tetapkan kebijakan K3 di perusahaan | Menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai dasar pelaksanaan SMK3 | Dokumen kebijakan K3 perusahaan |
| 9 | Pasal 6 ayat (1) huruf b | Rencanakan penerapan K3 sesuai kebijakan | Membuat rencana strategis dan operasional K3 sesuai kebijakan yang ditetapkan | Rencana kerja K3 tahunan |
| 10 | Pasal 6 ayat (1) huruf c | Laksanakan rencana K3 di lapangan | Melaksanakan program K3 sesuai perencanaan dan prosedur yang ditetapkan | Laporan pelaksanaan K3 |
| 11 | Pasal 6 ayat (1) huruf d | Pantau dan evaluasi kinerja K3 | Melakukan pemantauan dan evaluasi untuk menilai efektivitas SMK3 | Hasil audit internal K3 |
| 12 | Pasal 6 ayat (1) huruf e | Tinjau dan tingkatkan kinerja SMK3 | Menyempurnakan program K3 berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan terbaru | Laporan perbaikan dan peningkatan |
| 13 | Pasal 6 ayat (2) | Terapkan SMK3 sesuai pedoman Lampiran I | Pedoman Lampiran I menjadi acuan wajib bagi perusahaan dalam penerapan SMK3 | Lampiran I Peraturan Pemerintah |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 7 ayat (1) | Laksanakan penetapan kebijakan K3 | Pengusaha bertanggung jawab menetapkan kebijakan K3 sesuai Pasal 6 ayat (1) huruf a | Pasal 7 ayat (1) |
| 2 | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 1 | Lakukan identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko | Bagian dari tinjauan awal kondisi K3 yang wajib dilakukan pengusaha | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 1 |
| 3 | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 2 | Lakukan perbandingan penerapan K3 dengan perusahaan/sektor lain yang lebih baik | Benchmarking K3 untuk perbaikan kinerja | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 2 |
| 4 | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 3 | Lakukan peninjauan sebab-akibat kejadian membahayakan | Analisis kecelakaan atau insiden sebelumnya | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 3 |
| 5 | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 4 | Tinjau kompensasi, gangguan, dan hasil penilaian sebelumnya terkait keselamatan | Menilai efisiensi program K3 sebelumnya | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 4 |
| 6 | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 5 | Nilai efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan | Menilai apakah sumber daya K3 memadai | Pasal 7 ayat (2) huruf a angka 5 |
| 7 | Pasal 7 ayat (2) huruf b | Tingkatkan kinerja manajemen K3 secara berkelanjutan | Fokus pada perbaikan berkelanjutan manajemen K3 | Pasal 7 ayat (2) huruf b |
| 8 | Pasal 7 ayat (2) huruf c | Pertimbangkan masukan pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja | Partisipasi pekerja/buruh dalam kebijakan K3 wajib diperhatikan | Pasal 7 ayat (2) huruf c |
| 9 | Pasal 7 ayat (3) huruf a | Cantumkan visi perusahaan dalam kebijakan K3 | Visi menjadi panduan umum arah keselamatan dan kesehatan kerja | Pasal 7 ayat (3) huruf a |
| 10 | Pasal 7 ayat (3) huruf b | Cantumkan tujuan perusahaan dalam kebijakan K3 | Tujuan perusahaan terkait K3 menjadi pedoman operasional | Pasal 7 ayat (3) huruf b |
| 11 | Pasal 7 ayat (3) huruf c | Cantumkan komitmen dan tekad melaksanakan kebijakan K3 | Komitmen manajemen untuk melaksanakan kebijakan K3 | Pasal 7 ayat (3) huruf c |
| 12 | Pasal 7 ayat (3) huruf d | Cantumkan kerangka dan program kerja K3 yang mencakup kegiatan perusahaan | Program kerja K3 harus mencakup kegiatan umum dan operasional perusahaan | Pasal 7 ayat (3) huruf d |
| 13 | Pasal 8 | Sebarkan kebijakan K3 kepada seluruh pekerja/buruh, pihak terkait, dan orang lain di perusahaan | Penyebarluasan agar semua pihak memahami dan melaksanakan kebijakan K3 | Pasal 8 |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 9 ayat (1) | Laksanakan perencanaan K3 untuk menghasilkan rencana K3 | Perusahaan harus menyusun perencanaan K3 yang sistematis agar kegiatan K3 terstruktur, terukur, dan sesuai kebutuhan operasional | Pasal 9 ayat (1) |
| 2 | Pasal 9 ayat (2) | Susun dan tetapkan rencana K3 mengacu pada kebijakan K3 yang telah ditetapkan | Rencana K3 harus konsisten dengan kebijakan K3 perusahaan (Pasal 7 ayat 1) agar tujuan dan komitmen K3 tercapai | Pasal 9 ayat (2) |
| 3 | Pasal 9 ayat (3) huruf a | Pertimbangkan hasil penelaahan awal saat menyusun rencana K3 | Meliputi evaluasi catatan kecelakaan, kondisi lingkungan kerja, dan riwayat pengendalian risiko | Pasal 9 ayat (3) huruf a |
| 4 | Pasal 9 ayat (3) huruf b | Lakukan identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, dan rancang pengendalian risiko | Semua bahaya kerja dicatat dan dianalisis untuk mencegah kecelakaan atau penyakit akibat kerja | Pasal 9 ayat (3) huruf b |
| 5 | Pasal 9 ayat (3) huruf c | Pastikan rencana K3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya | Rencana K3 harus mematuhi hukum nasional, standar industri, dan persyaratan internal perusahaan | Pasal 9 ayat (3) huruf c |
| 6 | Pasal 9 ayat (3) huruf d | Sesuaikan rencana K3 dengan sumber daya yang tersedia | Ketersediaan tenaga ahli, peralatan, dan anggaran mempengaruhi kemampuan pelaksanaan rencana K3 | Pasal 9 ayat (3) huruf d |
| 7 | Pasal 9 ayat (4) | Libatkan Ahli K3, Panitia Pembina K3, wakil pekerja/buruh, dan pihak terkait dalam menyusun rencana K3 | Semua pihak terkait harus terlibat agar rencana K3 realistis, dapat diterapkan, dan mendapat dukungan pekerja | Pasal 9 ayat (4) |
| 8 | Pasal 9 ayat (5) huruf a | Tentukan tujuan dan sasaran K3 dalam rencana | Tujuan dan sasaran harus jelas agar kinerja K3 dapat diukur dan dievaluasi | Pasal 9 ayat (5) huruf a |
| 9 | Pasal 9 ayat (5) huruf b | Tetapkan skala prioritas pelaksanaan K3 | Prioritas membantu fokus pada bahaya paling kritis lebih dulu | Pasal 9 ayat (5) huruf b |
| 10 | Pasal 9 ayat (5) huruf c | Rencanakan upaya pengendalian bahaya | Upaya pengendalian termasuk teknik mitigasi, SOP, alat pelindung diri | Pasal 9 ayat (5) huruf c |
| 11 | Pasal 9 ayat (5) huruf d | Tetapkan sumber daya yang dibutuhkan | Termasuk tenaga ahli, peralatan, dan anggaran | Pasal 9 ayat (5) huruf d |
| 12 | Pasal 9 ayat (5) huruf e | Tentukan jangka waktu pelaksanaan rencana K3 | Menentukan periode implementasi agar evaluasi kinerja tepat waktu | Pasal 9 ayat (5) huruf e |
| 13 | Pasal 9 ayat (5) huruf f | Tentukan indikator pencapaian K3 | Indikator kinerja digunakan untuk mengukur efektivitas penerapan rencana K3 | Pasal 9 ayat (5) huruf f |
| 14 | Pasal 9 ayat (5) huruf g | Tentukan sistem pertanggungjawaban | Menetapkan siapa bertanggung jawab atas implementasi tiap bagian rencana K3 | Pasal 9 ayat (5) huruf g |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 10 ayat (1) | Laksanakan rencana K3 berdasarkan rencana yang telah disusun | Pengusaha wajib melaksanakan rencana K3 yang telah dibuat agar keselamatan dan kesehatan kerja terimplementasi | Pasal 10 ayat (1) |
| 2 | Pasal 10 ayat (2) | Dukung pelaksanaan K3 dengan sumber daya manusia, prasarana, dan sarana | Pengusaha harus menyiapkan SDM, fasilitas, dan sarana agar rencana K3 dapat dilaksanakan dengan efektif | Pasal 10 ayat (2) |
| 3 | Pasal 10 ayat (3) huruf a | Penuhi kompetensi SDM bidang K3 dengan sertifikat | Setiap SDM yang mendukung pelaksanaan K3 harus memiliki bukti kompetensi melalui sertifikat yang sah | Pasal 10 ayat (3) huruf a |
| 4 | Pasal 10 ayat (3) huruf b | Penuhi kewenangan SDM bidang K3 dengan surat izin kerja/operasi atau penunjukan resmi | SDM bidang K3 harus memiliki kewenangan formal yang diakui oleh instansi berwenang | Pasal 10 ayat (3) huruf b |
| 5 | Pasal 10 ayat (4) huruf a | Siapkan organisasi/unit yang bertanggung jawab di bidang K3 | Perusahaan harus memiliki unit atau organisasi yang jelas bertanggung jawab terhadap K3 | Pasal 10 ayat (4) huruf a |
| 6 | Pasal 10 ayat (4) huruf b | Sediakan anggaran yang memadai untuk K3 | Perusahaan wajib mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pelaksanaan K3 | Pasal 10 ayat (4) huruf b |
| 7 | Pasal 10 ayat (4) huruf c | Siapkan prosedur operasi/kerja, informasi, pelaporan, dan dokumentasi | Semua prosedur K3 harus terdokumentasi dan dapat diakses untuk memastikan kepatuhan dan evaluasi | Pasal 10 ayat (4) huruf c |
| 8 | Pasal 10 ayat (4) huruf d | Buat instruksi kerja untuk pelaksanaan K3 | Instruksi kerja K3 harus tersedia dan dipahami seluruh pekerja | Pasal 10 ayat (4) huruf d |
| 9 | Pasal 11 ayat (1) | Pastikan semua kegiatan mendukung pemenuhan persyaratan K3 secara menyeluruh | Pengusaha wajib mengarahkan semua aktivitas agar sesuai persyaratan K3 yang telah direncanakan | Pasal 11 ayat (1) |
| 10 | Pasal 11 ayat (2) huruf a | Upayakan pengendalian risiko dan bahaya di seluruh area kerja | Lakukan tindakan pencegahan dan pengendalian sesuai hasil identifikasi risiko | Pasal 11 ayat (2) huruf a |
| 11 | Pasal 11 ayat (2) huruf b | Rancang dan sesuaikan sistem kerja agar aman bagi pekerja | Semua desain dan rekayasa proses kerja harus mempertimbangkan keselamatan | Pasal 11 ayat (2) huruf b |
| 12 | Pasal 11 ayat (2) huruf c | Sediakan prosedur dan instruksi kerja yang jelas dan mudah diikuti | Instruksi harus tersedia untuk setiap aktivitas berisiko | Pasal 11 ayat (2) huruf c |
| 13 | Pasal 11 ayat (2) huruf d | Delegasikan pelaksanaan pekerjaan secara terkontrol | Penugasan ke pihak lain tetap dalam pengawasan K3 | Pasal 11 ayat (2) huruf d |
| 14 | Pasal 11 ayat (2) huruf e | Pastikan pengadaan barang dan jasa sesuai standar keselamatan | Semua pengadaan harus memenuhi persyaratan K3 | Pasal 11 ayat (2) huruf e |
| 15 | Pasal 11 ayat (2) huruf f | Pastikan produk akhir aman dan sesuai standar | Produk atau hasil kerja harus aman digunakan | Pasal 11 ayat (2) huruf f |
| 16 | Pasal 11 ayat (2) huruf g | Sediakan prosedur tanggap darurat untuk kecelakaan dan bencana | Kegiatan tanggap darurat harus siap dan terlatih | Pasal 11 ayat (2) huruf g |
| 17 | Pasal 11 ayat (2) huruf h | Buat rencana pemulihan pasca-kejadian darurat | Rencana recovery agar operasional dapat berjalan kembali dengan aman | Pasal 11 ayat (2) huruf h |
| 18 | Pasal 11 ayat (3) | Pastikan semua kegiatan pengendalian bahaya, perancangan, prosedur, penyerahan pekerjaan, pengadaan, dan produk akhir dilaksanakan berdasarkan identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko | Setiap langkah dari huruf a sampai f harus mempertimbangkan risiko yang telah diidentifikasi | Pasal 11 ayat (3) |
| 19 | Pasal 11 ayat (4) | Pastikan kegiatan tanggap darurat dan pemulihan pasca-kejadian dilaksanakan berdasarkan potensi bahaya, investigasi, dan analisis kecelakaan | Huruf g dan h harus didukung data investigasi dan analisis kecelakaan sebelumnya | Pasal 11 ayat (4) |
| 20 | Pasal 12 ayat (1) huruf a | Pastikan SDM yang ditunjuk memiliki kompetensi kerja dan kewenangan di bidang K3 | Pengusaha wajib menunjuk orang yang kompeten dan berwenang untuk melaksanakan K3 | Pasal 12 ayat (1) huruf a |
| 21 | Pasal 12 ayat (1) huruf b | Libatkan seluruh pekerja/buruh dalam pelaksanaan kegiatan K3 | Semua pekerja harus terlibat agar keselamatan kerja berjalan efektif | Pasal 12 ayat (1) huruf b |
| 22 | Pasal 12 ayat (1) huruf c | Buat petunjuk K3 yang harus dipatuhi seluruh pekerja, orang lain di perusahaan, dan pihak terkait | Menyediakan panduan dan aturan keselamatan agar semua pihak memahami K3 | Pasal 12 ayat (1) huruf c |
| 23 | Pasal 12 ayat (1) huruf d | Buat prosedur informasi terkait pelaksanaan K3 | Prosedur komunikasi agar seluruh pihak mengetahui kebijakan dan praktik K3 | Pasal 12 ayat (1) huruf d |
| 24 | Pasal 12 ayat (1) huruf e | Buat prosedur pelaporan terkait pelaksanaan K3 | Setiap kejadian atau kegiatan K3 harus terdokumentasi melalui laporan resmi | Pasal 12 ayat (1) huruf e |
| 25 | Pasal 12 ayat (1) huruf f | Dokumentasikan seluruh kegiatan K3 | Seluruh aktivitas K3 dicatat untuk audit dan evaluasi | Pasal 12 ayat (1) huruf f |
| 26 | Pasal 12 ayat (2) | Integrasikan seluruh kegiatan K3 dengan manajemen perusahaan | Kegiatan K3 menjadi bagian dari proses manajemen dan kebijakan perusahaan | Pasal 12 ayat (2) |
| 27 | Pasal 13 ayat (1) | Pastikan prosedur informasi K3 menjamin seluruh pihak di perusahaan dan pihak terkait di luar perusahaan menerima informasi | Pengusaha wajib membuat mekanisme komunikasi agar semua pihak memahami K3 | Pasal 13 ayat (1) |
| 28 | Pasal 13 ayat (2) huruf a | Lakukan pelaporan setiap terjadinya kecelakaan di tempat kerja | Semua kecelakaan harus dilaporkan untuk tindak lanjut | Pasal 13 ayat (2) huruf a |
| 29 | Pasal 13 ayat (2) huruf b | Laporkan ketidaksesuaian terhadap peraturan perundang-undangan dan/atau standar | Setiap pelanggaran atau ketidaksesuaian K3 harus dicatat | Pasal 13 ayat (2) huruf b |
| 30 | Pasal 13 ayat (2) huruf c | Laporkan kinerja K3 | Monitoring dan evaluasi kinerja K3 harus terdokumentasi | Pasal 13 ayat (2) huruf c |
| 31 | Pasal 13 ayat (2) huruf d | Laporkan identifikasi sumber bahaya | Semua sumber bahaya harus diidentifikasi dan dilaporkan | Pasal 13 ayat (2) huruf d |
| 32 | Pasal 13 ayat (2) huruf e | Laporkan hal-hal yang diwajibkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan | Pengusaha wajib memenuhi semua kewajiban pelaporan sesuai regulasi | Pasal 13 ayat (2) huruf e |
| 33 | Pasal 13 ayat (3) huruf a | Lakukan dokumentasi atau pencatatan seluruh peraturan perundang-undangan dan standar di bidang K3 | Mendokumentasikan semua peraturan dan standar sebagai acuan perusahaan | Pasal 12 ayat (3) huruf a |
| 34 | Pasal 13 ayat (3) huruf b | Dokumentasikan indikator kinerja K3 perusahaan | Memantau capaian K3 melalui indikator yang terukur | Pasal 12 ayat (3) huruf b |
| 35 | Pasal 13 ayat (3) huruf c | Catat dan datalah seluruh izin kerja | Mendokumentasikan izin kerja khusus dan operasional | Pasal 12 ayat (3) huruf c |
| 36 | Pasal 13 ayat (3) huruf d | Catat hasil identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko | Semua risiko yang teridentifikasi dan tindakan mitigasinya dicatat | Pasal 12 ayat (3) huruf d |
| 37 | Pasal 13 ayat (3) huruf e | Dokumentasikan kegiatan pelatihan K3 | Menyimpan daftar hadir, materi, dan instruktur pelatihan | Pasal 12 ayat (3) huruf e |
| 38 | Pasal 13 ayat (3) huruf f | Catat kegiatan inspeksi, kalibrasi, dan pemeliharaan | Semua inspeksi, kalibrasi, dan pemeliharaan alat dicatat | Pasal 12 ayat (3) huruf f |
| 39 | Pasal 13 ayat (3) huruf g | Simpan catatan pemantauan data K3 | Memantau data terkait K3 untuk evaluasi dan tindak lanjut | Pasal 12 ayat (3) huruf g |
| 40 | Pasal 13 ayat (3) huruf h | Dokumentasikan hasil pengkajian kecelakaan dan tindak lanjut | Semua investigasi kecelakaan dicatat beserta tindakan korektif | Pasal 12 ayat (3) huruf h |
| 41 | Pasal 13 ayat (3) huruf i | Catat identifikasi produk termasuk komposisinya | Memastikan seluruh produk dan komponennya terdokumentasi | Pasal 12 ayat (3) huruf i |
| 42 | Pasal 13 ayat (3) huruf j | Simpan informasi mengenai pemasok dan kontraktor | Mendokumentasikan pihak ketiga terkait K3 | Pasal 12 ayat (3) huruf j |
| 43 | Pasal 13 ayat (3) huruf k | Dokumentasikan audit dan peninjauan ulang SMK3 | Semua audit internal/eksternal dan peninjauan dicatat untuk perbaikan berkelanjutan | Pasal 12 ayat (3) huruf k |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 14 ayat (1) | Wajib bagi perusahaan melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja K3 | Perusahaan berkewajiban memantau dan mengevaluasi kinerja K3 | Pasal 14 ayat (1) |
| 2 | Pasal 14 ayat (2) | Laksanakan pemantauan dan evaluasi kinerja K3 melalui pemeriksaan, pengujian, pengukuran, dan audit internal SMK3 dengan SDM yang kompeten | Pemantauan dilakukan dengan metode teknis dan oleh personel berkompeten | Pasal 14 ayat (2) |
| 3 | Pasal 14 ayat (3) | Gunakan jasa pihak lain bila perusahaan tidak memiliki SDM yang kompeten untuk pemantauan dan evaluasi K3 | Jika internal tidak memadai, dapat menunjuk pihak ketiga resmi | Pasal 14 ayat (3) |
| 4 | Pasal 14 ayat (4) | Laporkan hasil pemantauan dan evaluasi kinerja K3 kepada pengusaha | Hasil pemantauan wajib disampaikan ke manajemen/pengusaha | Pasal 14 ayat (4) |
| 5 | Pasal 14 ayat (5) | Gunakan hasil pemantauan dan evaluasi kinerja K3 untuk melakukan tindakan perbaikan | Hasil evaluasi harus ditindaklanjuti, tidak hanya dicatat | Pasal 14 ayat (5) |
| 6 | Pasal 14 ayat (6) | Laksanakan pemantauan dan evaluasi kinerja K3 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau standar | Pelaksanaan harus mengacu pada peraturan dan standar berlaku | Pasal 14 ayat (6) |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 15 ayat (1) | Lakukan peninjauan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas penerapan SMK3. | Peninjauan wajib dilakukan secara berkala agar SMK3 tetap relevan, sesuai standar, dan efektif mencegah kecelakaan serta penyakit akibat kerja. | Laporan peninjauan SMK3 tahunan, notulen rapat manajemen |
| 2 | Pasal 15 ayat (2) | Lakukan peninjauan terhadap kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. | Peninjauan harus mencakup seluruh siklus manajemen (Plan-Do-Check-Act), bukan hanya aspek teknis, agar evaluasi menyeluruh. | Dokumen kebijakan K3, rencana kerja K3, laporan audit internal |
| 3 | Pasal 15 ayat (3) | Gunakan hasil peninjauan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. | Hasil peninjauan wajib ditindaklanjuti untuk menghasilkan rekomendasi nyata dalam peningkatan mutu SMK3, baik pada kebijakan maupun prosedur. | Rekomendasi perbaikan K3, action plan peningkatan kinerja |
| 4 | Pasal 15 ayat (4) huruf a | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika terjadi perubahan peraturan perundang-undangan. | Perusahaan wajib menyesuaikan sistem K3 dengan regulasi terbaru agar tetap sesuai hukum dan standar. | Revisi SOP K3 pasca regulasi baru, berita acara sosialisasi |
| 5 | Pasal 15 ayat (4) huruf b | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika ada tuntutan dari pihak terkait dan pasar. | Tekanan eksternal seperti permintaan buyer, auditor, atau regulator harus direspons dengan perbaikan sistem. | Audit eksternal buyer, surat permintaan pelanggan |
| 6 | Pasal 15 ayat (4) huruf c | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika terjadi perubahan produk dan kegiatan perusahaan. | Setiap perubahan proses produksi, material, atau produk baru memerlukan update sistem K3. | Dokumen AMDAL/UKL-UPL, SOP produksi baru |
| 7 | Pasal 15 ayat (4) huruf d | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika terjadi perubahan struktur organisasi perusahaan. | Restrukturisasi organisasi berdampak pada peran dan tanggung jawab K3, sehingga sistem perlu disesuaikan. | SK Organisasi terbaru, job description revisi |
| 8 | Pasal 15 ayat (4) huruf e | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika ada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk epidemiologi. | Penerapan teknologi baru atau hasil riset K3 harus diintegrasikan ke dalam sistem manajemen. | Pelatihan teknologi baru, update alat ukur K3 |
| 9 | Pasal 15 ayat (4) huruf f | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika ada hasil kajian kecelakaan di tempat kerja. | Hasil investigasi kecelakaan menjadi dasar perbaikan agar kejadian tidak terulang. | Laporan investigasi kecelakaan, corrective action plan |
| 10 | Pasal 15 ayat (4) huruf g | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika ada pelaporan terkait kinerja K3. | Laporan berkala internal maupun eksternal menjadi masukan evaluasi dan perbaikan sistem. | Laporan bulanan K3, laporan ke Disnaker |
| 11 | Pasal 15 ayat (4) huruf h | Laksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 jika ada masukan dari pekerja/buruh. | Aspirasi pekerja sangat penting karena mereka terlibat langsung di lapangan, sehingga harus ditindaklanjuti. | Kotak saran K3, notulen rapat LKS Bipartit |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 16 ayat (1) | Ajukan permohonan penilaian penerapan SMK3 kepada lembaga audit independen yang ditunjuk Menteri. | Penilaian penerapan SMK3 harus dilakukan oleh auditor independen resmi, bukan internal perusahaan, untuk menjamin objektivitas hasil audit. | Surat permohonan audit ke Kemenaker, kontrak dengan lembaga audit independen |
| 2 | Pasal 16 ayat (2) | Lakukan penilaian penerapan SMK3 bagi perusahaan dengan potensi bahaya tinggi sesuai peraturan perundang-undangan. | Perusahaan dengan tingkat risiko tinggi (misalnya industri kimia, minyak & gas, manufaktur berisiko besar) wajib dilakukan penilaian SMK3 secara berkala. | Laporan hasil audit SMK3, sertifikat hasil penilaian |
| 3 | Pasal 16 ayat (3) | Lakukan Audit SMK3 sebagai metode penilaian penerapan SMK3. | Audit SMK3 merupakan instrumen utama untuk menilai apakah perusahaan sudah melaksanakan sistem sesuai standar. | Rencana audit SMK3, jadwal audit tahunan |
| 4 | Pasal 16 ayat (3) huruf a | Pastikan pembangunan dan pelaksanaan komitmen K3 masuk dalam Audit SMK3. | Audit harus menilai sejauh mana manajemen dan pekerja menunjukkan komitmen terhadap K3. | Dokumen komitmen manajemen, kebijakan K3 |
| 5 | Pasal 16 ayat (3) huruf b | Dokumentasikan rencana K3 secara formal untuk dinilai dalam Audit SMK3. | Rencana K3 mencakup tujuan, target, program kerja, serta timeline implementasi. | Rencana kerja K3 tahunan, RKP perusahaan |
| 6 | Pasal 16 ayat (3) huruf c | Kendalikan perancangan dan lakukan peninjauan kontrak sesuai standar K3. | Audit menilai aspek keselamatan dalam desain fasilitas dan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga. | Dokumen kontrak vendor, hasil review teknis |
| 7 | Pasal 16 ayat (3) huruf d | Lakukan pengendalian dokumen terkait SMK3. | Semua dokumen K3 harus terdokumentasi, terdistribusi, dan terkendali. | SOP pengendalian dokumen, daftar distribusi |
| 8 | Pasal 16 ayat (3) huruf e | Kendalikan pembelian dan produk agar sesuai standar K3. | Barang dan jasa yang dibeli harus memenuhi spesifikasi keselamatan kerja. | Formulir pembelian, checklist spesifikasi K3 |
| 9 | Pasal 16 ayat (3) huruf f | Pastikan keamanan bekerja berdasarkan standar SMK3. | Audit memeriksa implementasi prosedur kerja aman sesuai SMK3. | SOP kerja aman, instruksi kerja |
| 10 | Pasal 16 ayat (3) huruf g | Terapkan standar pemantauan dalam penerapan SMK3. | Standar pemantauan memastikan pengukuran kinerja K3 objektif. | Form monitoring K3, laporan inspeksi |
| 11 | Pasal 16 ayat (3) huruf h | Laporkan kekurangan dan lakukan perbaikan sesuai hasil audit. | Audit harus menghasilkan laporan temuan dan rencana tindakan perbaikan. | Laporan audit internal/eksternal, corrective action plan |
| 12 | Pasal 16 ayat (3) huruf i | Kelola material dan perpindahannya sesuai standar K3. | Audit menilai sistem penyimpanan, pengangkutan, dan penggunaan material berbahaya. | SOP handling material, MSDS |
| 13 | Pasal 16 ayat (3) huruf j | Kumpulkan dan gunakan data terkait K3 secara sistematis. | Data kecelakaan, inspeksi, dan kesehatan kerja harus digunakan untuk evaluasi. | Database K3, laporan statistik |
| 14 | Pasal 16 ayat (3) huruf k | Lakukan pemeriksaan SMK3 secara berkala. | Pemeriksaan meliputi verifikasi implementasi standar SMK3 di lapangan. | Checklist inspeksi SMK3, laporan pemeriksaan |
| 15 | Pasal 16 ayat (3) huruf l | Kembangkan keterampilan dan kemampuan pekerja terkait SMK3. | Audit menilai efektivitas pelatihan dan peningkatan kompetensi pekerja. | Sertifikat pelatihan K3, daftar peserta training |
| 16 | Pasal 16 ayat (4) | Gunakan pedoman Lampiran II sebagai acuan penilaian penerapan SMK3. | Penilaian wajib merujuk pada pedoman resmi dalam PP agar standar audit seragam. | Lampiran II PP SMK3, panduan audit |
| 17 | Pasal 17 ayat (1) | Laporkan hasil audit SMK3 kepada Menteri dan sampaikan tembusan kepada menteri pembina sektor usaha, gubernur, serta bupati/walikota. | Laporan hasil audit tidak hanya ke Kemenaker, tetapi juga harus diketahui otoritas daerah dan sektor terkait sebagai bahan peningkatan pembinaan K3. | Laporan hasil audit SMK3, surat pengantar laporan, bukti tanda terima |
| 18 | Pasal 17 ayat (2) | Gunakan format laporan hasil audit SMK3 sesuai pedoman Lampiran III. | Laporan hasil audit harus sesuai format resmi agar standar, terukur, dan dapat dibandingkan antar perusahaan. | Lampiran III PP SMK3, dokumen laporan audit |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 18 ayat (1) | Laksanakan pengawasan SMK3 oleh pengawas ketenagakerjaan pusat, provinsi, dan/atau kabupaten/kota sesuai kewenangannya. | Pengawasan dilakukan oleh otoritas resmi sesuai wilayah dan tingkat kewenangan agar implementasi SMK3 sesuai regulasi. | Laporan hasil pengawasan dari Disnaker/Inspektur Ketenagakerjaan |
| 2 | Pasal 18 ayat (2) huruf a | Pastikan pembangunan dan pelaksanaan komitmen K3 dalam pengawasan SMK3. | Audit pengawasan menilai sejauh mana manajemen dan pekerja menunjukkan komitmen terhadap K3. | Dokumen komitmen manajemen, laporan audit |
| 3 | Pasal 18 ayat (2) huruf b | Periksa organisasi terkait K3. | Pengawasan memastikan struktur organisasi mendukung penerapan SMK3 secara efektif. | Struktur organisasi, job description |
| 4 | Pasal 18 ayat (2) huruf c | Tinjau sumber daya manusia terkait penerapan SMK3. | Menilai kompetensi, sertifikasi, dan jumlah personel yang bertanggung jawab atas K3. | Daftar SDM K3, sertifikat kompetensi |
| 5 | Pasal 18 ayat (2) huruf d | Pantau pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang K3. | Pengawasan memastikan perusahaan mematuhi semua ketentuan hukum K3. | Hasil inspeksi, checklist kepatuhan |
| 6 | Pasal 18 ayat (2) huruf e | Periksa keamanan bekerja di tempat kerja. | Audit pengawasan menilai penerapan prosedur aman dan APD. | Hasil inspeksi lapangan, checklist keamanan |
| 7 | Pasal 18 ayat (2) huruf f | Lakukan pemeriksaan, pengujian, dan pengukuran penerapan SMK3. | Pengawasan harus meliputi verifikasi penerapan prosedur K3 melalui inspeksi dan pengukuran teknis. | Laporan pengujian, data inspeksi |
| 8 | Pasal 18 ayat (2) huruf g | Pantau pengendalian keadaan darurat dan bahaya industri. | Audit pengawasan menilai kesiapsiagaan dan mitigasi risiko di tempat kerja. | Rencana darurat, simulasi, laporan inspeksi |
| 9 | Pasal 18 ayat (2) huruf h | Tindak lanjuti pelaporan dan perbaikan kekurangan. | Pengawasan menilai apakah temuan audit atau laporan internal ditindaklanjuti dengan benar. | Laporan tindak lanjut, corrective action plan |
| 10 | Pasal 18 ayat (2) huruf i | Tindak lanjuti hasil audit sesuai rekomendasi pengawas. | Pengawasan memastikan rekomendasi audit internal atau eksternal diterapkan perusahaan. | Laporan implementasi audit, notulen rapat tindak lanjut |
| 11 | Pasal 19 ayat (1) | Laksanakan pengawasan SMK3 oleh instansi pembina sektor usaha terhadap penerapan SMK3 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. | Instansi pembina sektor usaha memiliki kewenangan untuk menilai dan memastikan perusahaan mematuhi standar SMK3 yang berlaku. | Laporan hasil pengawasan dari instansi pembina, notulen inspeksi |
| 12 | Pasal 19 ayat (2) | Koordinasikan pengawasan SMK3 dengan pengawas ketenagakerjaan sesuai ketentuan perundang-undangan. | Pengawasan instansi sektor usaha harus selaras dan terintegrasi dengan pengawas ketenagakerjaan agar tidak terjadi tumpang tindih dan efektivitas pengawasan terjamin. | Berita acara koordinasi, rapat koordinasi lintas instansi |
| 13 | Pasal 20 | Gunakan hasil pengawasan SMK3 dari Pasal 18 dan Pasal 19 sebagai dasar untuk melakukan pembinaan. | Hasil pengawasan internal dan eksternal menjadi acuan perusahaan dan pengawas dalam perbaikan sistem K3 serta pembinaan pekerja. | Laporan audit dan pengawasan, rekomendasi perbaikan |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 21 | Sesuaikan penerapan SMK3 dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini paling lama 1 tahun sejak mulai berlaku. | Perusahaan yang sudah menerapkan SMK3 wajib menyesuaikan prosedur, dokumen, dan sistemnya sesuai PP terbaru agar tetap sah dan sesuai regulasi. | Dokumen revisi SMK3, notulen rapat penyesuaian |
| No | Pasal | Pokok Ketentuan | Penjelasan | Bukti/Referensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pasal 22 | Terapkan Peraturan Pemerintah ini sejak tanggal diundangkan. | Ketentuan ini bersifat final dan mengikat seluruh perusahaan setelah tanggal pengundangan. | Salinan PP terbaru, pengumuman internal perusahaan |